Beranda / Kesehatan / SKIP CHALLENGE: INI BAHAYANYA DITINJAU DARI ILMU MEDIS DAN KESEHATAN

SKIP CHALLENGE: INI BAHAYANYA DITINJAU DARI ILMU MEDIS DAN KESEHATAN

Jendelainfo.com – Sebelum ramai dilakukan anak remaja Indonesia, tren #SkipChallenge atau Pass Out Challenge telah banyak menelan korban jiwa remaja di Amerika.

Berdasarkan penelitian Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit atau Oregon Health Authority pada 2012. Dalam kurun waktu 1995-2007 ada 82 kematian yang disebabkan melakukan #SkipChallenge, anak yang meninggal berusia 6-19 tahun.

(Baca: Kemendikbud Larang Permainan Skip Challenge)

Selain istilah di atas, aktivitas tersebut juga disebut Choking Game dan Space Monkey Challenge. Apa yang terjadi ketika melakukan permainan Skip Challenge?

Ketika dilakukan penekanan secara berlebihan pada dada maka secara otomatis akan menghambat upaya untuk bernafas secara spontan dan di sisi yang lain pasokan aliran darah jantung ke seluruh tubuh menjadi terganggu.

Orang yang melakukan aktivitas tersebut akan pingsan selama beberapa saat dan merasakan euforia. Laman nobullying  menyebut Skip Challenge sebagai cara merasakan “sensasi mengganja” tanpa memasukan obat terlarang itu.

Secara medis, kalo ada yang mengalami penurunan kesadaran sampai pingsan atau kejang-kejang maka ini terjadi akibat kekurangan oksigen di otak. Menurunnya kadar oksigen dalam darah dalam ilmu kesehatan disebut hipoksia.

Sebagaimana kita ketahui bahwa ketika hipoksia maka yang pertama kali akan terdampak adalah bagian otak yang dalam istilah medis disebut Hypoxic-Anoxic Brain Injury (HAI).

Akibat fatal hipoksia bisa yang berlangsung lebih dari 4 menit dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak yang sifatnya permanen.

Oleh karena itu maka Tren melakukan tantangan #SkipChallenge secara medis sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa berujung dengan kematian.

Baca Juga

jika pki bangkit

BAGAIMANA JIKA PKI BANGKIT?

Jika PKI bangkit -Tentang isu kebangkitan PKI ada berbagai tanggapan dari masyarakat Indonesia. Mereka berlomba-lomba …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *