Beranda / Fokus / Syiah dan Sunni-Aswaja, Apanya yang Beda?

Syiah dan Sunni-Aswaja, Apanya yang Beda?

Jendelainfo.com – Sebagian masyarakat kita sampai saat ini masih menganggap bahwa kelompok Syiah sebagai “mazhab kelima” dalam Islam. Permasalahan Syiah dan Sunni-Aswaja hanya dianggap berbeda dalam hal menyikapi kekhilafahan Khulafaur Rasyidin dan Ali bin Abi Thalib saja. Benarkah demikian?

Ironisnya, beberapa orang yang ditokohkan bahkan gencar menyebarkan propaganda ingin menyatukan Syiah dan Sunni-Aswaja atas nama persatuan Islam. Mungkinkah hal itu bisa diwujudkan?

Bagi mereka yang mau menelisik lebih dalam tentang hakikat Syiah pasti akan dapat menilai dan memahami bahwa sejatinya kelompok yang mengaku pecinta Ahlul Bait ini adalah kelompok yang menyimpang.

Syahadat, sholat, zakat dan ibadah kelompok Syiah amat jelas berbeda dengan muslimin Aswaja secara umum. Begitu juga dalam hal Rukun Iman, aqidah dan pengkultusan terhadap para Imam Syiah yang dianggap memiliki kedudukan tertinggi yang tidak dicapai nabi/rasul sekalipun. Al-Quran versi Syiah pun ternyata juga berbeda baik dalam isi, jumlah ayat dan suratnya.

Syiah juga mengkafirkan hampir semua sahabat, menganggap istri-istri Rasulullah Subhanahu wata’ala sebagai pelacur dan menganggap kenabian Muhammad salah alamat karena Jibril berkhianat dan tidak memberikannya kepada Ali bin Abi Thalib serta sederet kesesatan lainnya.

Sejarah kelam Syiah yang berdarah-darah adalah bukti nyata dan fakta yang tidak bisa terbantahkan. Pembunuh Umar ibnul Khaththab adalah seorang Majusi yang merupakan cikal bakal Syiah. Begitu juga dengan pembantai khalifah Utsman bin Affan adalah hasil provokasi tokoh Yahudi pendiri Syiah, Abdullah bin Saba’. Kejatuhan Daulah Abbasiyah adalah hasil pengkhianatan perdana menterinya yang Syiah, dan sebagainya.

Demikian juga sekarang ini, pembantaian massal muslimin di Yaman, Suriah dan minoritas sunni Ahwaz di Iran juga tak lepas dari tangan Syiah yang sangat kejam. Lalu bagaimana dengan berita di media massa bahwa Iran adalah musuh utama Amerika, Hizbullah Libanon adalah gerilyawan yang paling ditakuti Israel?

Ya, media propaganda Yahudi dengan jaringan jurnalistiknya memang gencar menutupi semua berita miring tentang Syiah dan Iran. Adapun di negara yang didominasi Sunni- Aswaja maka digambarkan seakan-akan Syiah adalah kelompok minoritas yang terdzolimi. Kelompok Sunni-Aswaja dianggap Intoleran dan tidak menghargai kebebasan beragama. Inilah gambaran mereka tentang Syiah dan Sunni.

Di Indonesia sendiri perkembangan ajaran Syiah pada akhir-akhir ini semakin kentara. Banyak santri pesantren yang mendapatkan beasiswa dari Iran ketika mereka pulang kembali ke Indonesia ikut menyebarkan ajaran Syiah ini.

Benturan fisik antara penganut Syiah dan Sunni-Aswaja juga sudah mulai terjadi, seperti yang terjadi di wilayah Sampang Madura. Begitu juga dengan penyerangan jamaah Adzikra di Sentul oleh kelompok Syiah merupakan pekerjaan rumah yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Disinilah dituntut peran pemerintah Indonesia agar stabilitas keamanan bangsa dan negara tetap terjaga.

Baca Juga :

  1. Mengerikan… Ternyata Inilah Asas Ajaran Syiah

  2. Mengenal Aliran Syiah Rafidhoh dan Propagandanya di Indonesia

  3. Tokoh Agama Syiah Membela Penista Al-Qur’an

Baca Juga

perbedaan puasa syiah

8 PERBEDAAN PUASA SYIAH DENGAN PUASANYA UMMAT ISLAM

JendelaInfo.com – Bagi Syiah bulan Ramadhan yang penuh barokah bukanlah waktu yang istimewa jika dibandingkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *