Beranda / Uncategorized / Syiah Mengklaim LAUH FATIMAH Adalah Wahyu

Syiah Mengklaim LAUH FATIMAH Adalah Wahyu

Syiah Rafidhoh banyak mengklaim atau membuat-buat seseuatu yang diada-adakan. Begitu juga dengan yang mereka klaim sebagai Lauh Fatimah. Mereka mendakwakan bahwa Lauh Fatimah adalah wahyu yang turun melalui malaikat jibril kepada Fatimah radhiyallahu ‘anha setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat.

Mereka mengatakan bahwa ketika Jibril menyampaikan wahyu kepada Fatimah radhiyallahu ‘anha, Ali bin Abi Tahlib radhiyallahu ‘anhu bersembunyi di balik tabir sambil menulis apa yang disampaikan Jibril kepada Fatimah. Demikian yang disebutkan oleh tokoh Syiah, Al Kulaini dalam Kitab Al Kafi 1/185/186.

Pembaca Jendelainfo yang semoga dirahmati Allah Ta’ala, ketahuilah bahwa ini adalah kedustaan yang besar, mengada-ngada tanpa bukti. Karena wahyu itu terputus dengan wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, meskipun terbukti jelas bahwa klaim lauh Fatimah ini adalah dusta,  orang-orang Syiah malah memposisikan Lauh ini seperti posisi Al Qur’an yang Mulia bagi Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Berikut ini kami sertakan Lauh Fatimah yang di klaim oleh Syiah :


Inilah kitab dari Allah Ta’ala yang Maha Luhur lagi Maha Bijaksana kepada Muhammad Nabi-Nya, cahaya-Nya, utusan-Nya, pintu gerbang-Nya dan petunjuk kepada-Nya yang turun melalui perantara malaikat Jibril dari sisi Rabb semesta alam.

“Agungkanlah wahai, Muhammad nama-nama-Ku, syukurilah nikmat-nikmat-Ku dan janganlah engkau mengingkarinya.

Sesungguhnya Aku adalah Allah, tiada tuhan kecuali Aku, barangsiapa mengharap kecuali keutamaan-Ku (karunia-Ku) atau takut selain keadilan-Ku maka akan aku siksa dengan siksaan yang belum pernah Aku berikan kepada seseorang di jagad raya ini, maka kepada Akulah engkau menyembah, kepada Akulah engkau bertawakal

Sesunggguhnya Aku berlum pernah mengutus seorang nabi kemudian Kusempurnakan hari-harinya dan habis masanya kecuali Aku jadikan washi untuknya (seseorang yang diwasiati untuk melanjutkan kekhalifahan).

Aku mengutamakanmu di atas nabi-nabi yang lain dan mengutamakan washimu di atas washi-washi yang lain. Memuliakanmu dengan kedua kekasihmu, kedua cucumu, Hasan dan Husain, maka Aku jadikan Hasan sebagai sumber ilmu-Ku, setelah habis masa bapaknya. Aku jadikan Husain sebagai gudang penampung wahyu-Ku dan Aku muliakan dia dengan kesyahidan, dan Kututup untuknya dengan kebahagiaan. Ia sebaik dan yang paling utama di antara orang yang mati syahid, dan yang lebih tinggi derajat-nya. Aku jadikan kalimat–Ku (wahyu-Ku) bersamanya dan hujjah–Ku yang sempurna selalu padanya. Dengan sebab keluarganya Aku memberi pahala dan menyiksa. Yang pertama Ali, tuannya para hamba dan hiasan kekasih-Ku, anaknya yang bernama Muhammad al-Baqir sebagai gudang ilmu-Ku, dan sumber hikmah-Ku, sungguh akan binasa orang yang meragukan Ja’far, orang yang menolaknya seperti menolak-Ku.

Sudah menjadi keputusan dari-Ku, sungguh Aku muliakan tempat kembali Ja’far, akan Kubahagiakan dengan pengikutnya, penolongnya dan kekasihnya.

Musa yang datang setelahnya didatangkan untuk-nya fitnah besar yang membabi buta, sungguh benang wahyu–Ku tak terputus, dan hujjah-Ku tidak samar, dan semua kekasih–Ku akan diberikan minuman dengan gelas yang penuh.

Barangsiapa yang ingkar kepada salah satu dari mereka, maka sungguh telah ingkar kepada nikmat-Ku. Dan barangsiapa yang merubah satu ayat dari kitab-Ku, maka sungguh ia telah berani mengada-ada pada-Ku. Celakalah orang-orang yang berani meng-ada-ada serta ingkar, di waktu penghabisan masa Musa hamba-Ku, kekasih-Ku, dalam masa Ali kekasih-Ku dan penolong-Ku, ia (…)* diuji dengan kenabiannya sehingga dibunuhlah dia oleh seorang yang sombong, dan dikuburkan di Madinah, kota yang dibangun oleh hamba yang shalih, di samping seburuk-buruknya makhlukku.
*Kalimat yang tidak jelas sehingga kami tidak bisa meneliti keabsahannya.

Sungguh sudah menjadi keputusan dari-Ku, bahwa akan Aku berikan kepadanya (Ali) Muhammad anaknya sebagai penerus kekhalifahan sesudahnya, dan pewaris ilmunya. Dia (Muhammad) sumber ilmu-Ku, tempat rahasia-Ku, sebagai bukti atau saksi atas perbuatan hamba-Ku dan tidak beriman seorang ham-ba kepadanya melainkan Aku jadikan surga sebagai tempat kembalinya. Aku berikan kepadanya kemampuan untuk memberi syafaat kepada 70 orang dari ke-luarganya, di mana sebelumnya mereka tergolong ahli neraka. Kemudian Aku tutup untuk anaknya bernama Ali dengan kebahagiaan. Dia (Ali) kekasih-Ku, peno-long-Ku, saksi atas perbuatan hamba sahaya, dan kepercayaan-Ku untuk menerima dan menjaga wahyu-Ku. Aku lahirkan darinya Al-Hasan sebagai da’i yang mengajak kepada jalan-Ku, sebagai gudang ilmu-Ku, setelah itu Kusempurnakan dengan anaknya (…)* sebagai pembawa rahmat kepada seluruh alam, pada-nya kesempurnaan Nabi Musa, kebahagiaan Nabi Isa, dan kesabaran Nabi Ayub.
*Kalimat yang tidak jelas sehingga kami tidak bisa meneliti keabsahannya.

Para kekasih-Ku hidup dihina pada masanya, berjalan dengan merundukkan kepalanya, sebagaimana merunduknya pasukan Turki dan Dailam, mereka dibunuh dan dibakar. Hidup serba dalam ketakutan, bumi merah terwarnai dengan darahnya, bencana dan musibah tersebar di mana-mana, isak tangis nampak pada para wanitanya. Ketahuilah, mereka benar-benar kekasih-Ku.

Dengan sebab mereka Aku mengusir setiap fitnah besar, dengan sebab mereka pula Aku hilangkan bencana, menolak belenggu-belenggu yang menjerat. Bagi mereka shalawat dan rahmat dari tuhannya dan merekalah orang-orang yang mendapat hidayah.”


Semoga Allah Ta’ala menjaga kita dan keluarga dari kerusakan agama Syiah yang sesat ini.

Baca Juga

PELAJARAN DARI DEMONSTRASI DI IRAN

Demonstrasi antipemerintah telah pecah di Iran. Demontrasi ini terjadi hampir pada semua kota di Iran. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *