Beranda / Ilmu / Jangan Sekali-Kali Berdagang Sebelum Mengetahui Hal Ini

Jangan Sekali-Kali Berdagang Sebelum Mengetahui Hal Ini

Jendelainfo.com – Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berjalan melintasi seorang pedagang bahan makanan. Pada tumpukan bahan makanan itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memasukan tangan sampai ke dasar. ternyata beliau menemukan basah.

Beliau bertanya ke pemilik bahan makanan, ”Basah apa ini, wahai pemilik bahan makanan?”
Ia menjawab, ”Terkena air hujan, wahai Rasulullah.”
Setelah itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفَلَا جَعَلْتَهُ فَوْقَ الطَّعَامِ كَيْ يَرَاهُ النَّاسُ؟ مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّي

“Mengapa engkau tidak meletakkan yang basah itu di bagian atas agar dapat dilihat orang? Barang siapa menipu, ia bukan bagian dariku.” (HR. Muslim No. 102)

Si pedagang tersebut tidak bermaksud menutup-nutupi. Basah yang terletak di bagian dasar bahan makanan merupakan efek dari curahan hujan. Itupun diingatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan nada yang cukup keras. Lantas bagaimana halnya dengan mereka yang jelas-jelas menipu dan sengaja berbohong dalam praktik jual beli?

Di lain kesempatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda, ”Sungguh, para pedagang (kebanyakan mereka) adalah orang-orang jahat.”
Maka para sahabat bertanya, ”Bukankah Allah telah menghalalkan jual beli?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بَلَى، وَلَكِنَّهُمْ يُحَدِّثُونَ فَيَكْذِبُونَ، وَيَحْلِفُونَ وَيَأْثَمُونَ

“Benar demikian. Hanya saja, mereka berbicara namun berdusta, bahkan bersumpah sehingga mereka berdosa.” (HR.  Ahmad, ath-Thahawi, dan al-Hakim)

Pada saat ini banyak yang menjadikan berdusta sebagai bumbu penyedap jual beli. Siapa saja di antara kita yang pernah atau bahkan sering memerhatikan perilaku para pedagang di pasar-pasar umum, pasti menemukan kenyataan seperti ini.
Ingat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

إِنَّ التُّجَّارَ يُبْعَثُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فُجَّارًا، إِلَّا مَنِ اتَّقَى اللهَ وَبَرَّ وَصَدَقَ

“Sungguh, pada hari kiamat nanti, para pedagang akan dikumpulkan sebagai orang-orang yang jahat. Kecuali mereka yang bertakwa kepada Allah, berbuat baik, dan jujur.” (HR. al-Baihaqi)

Ringkasnya, sikap jujur dalam berjual beli akan menjadi sebab turunnya rahmat Allah subhanahu wa ta’ala dan menjadi sebab tercurahnya berkah dari Allah subhanahu wa ta’ala. Laba dan keuntungan yang diberkahi akan membuat si pedagang merasakan kenyamanan, qana’ah, dan hidupnya penuh dengan kebahagiaan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا، فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا، وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

“Selama belum berpisah, penjual dan pembeli masih mempunyai hak khiyar (melanjutkan atau membatalkan proses jual beli). Jika keduanya sama-sama jujur dan berterus terang, jual beli mereka akan diberkahi. Sebaliknya, jika keduanya berbohong dan menutup-nutupi, berkah jual beli mereka akan terhapus.” (HR. al-Bukhari no. 2114 dan Muslim no. 1532 dari Hakim bin Hizam radhiallahu ‘anhu)

Inilah Islam, telah mengatur semua lini kehidupan manusia demi kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat serta tidak ada yang terdzalimi. Maka jangan sekali-kali berdagang sebelum mengetahui hal ini

Baca Juga

jika pki bangkit

BAGAIMANA JIKA PKI BANGKIT?

Jika PKI bangkit -Tentang isu kebangkitan PKI ada berbagai tanggapan dari masyarakat Indonesia. Mereka berlomba-lomba …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *