Beranda / Tips / Hobi dan Perjalanan / Teknik Menyelamatkan Diri dari Belitan Ular Python

Teknik Menyelamatkan Diri dari Belitan Ular Python

Jendelainfo.com – Beberapa waktu lalu kita dibuat heboh oleh berita seorang petani kelapa sawit yang tewas dimangsa ular. Jenis ular tersebut adalah Phyton. Ular phyton tidak beracun, bahaya yang ditimbulakannya bukan berasal dari gigitannya tetapi lebih dari belitannya yang dapat meremukkan tulang-belulalng kita.

Untuk diketahui, manusia ditelan ular adalah sebuah kejadian yang tidak biasa dan amat sangat jarang terjadi. Hal ini disampaikan oleh banyak pakar karena memang manusia bukanlah jenis makanan utama mereka. Sehingga, apabila hal tersebut sampai terjadi, hampir dapat dipastikan ada sebuah kondisi tidak biasa yang memicunya seperti ular yang sangat kelaparan dan tidak menemukan jenis makanan lainnya.

Diceritakan, ular phyton tidak serta merta menelan korbannya. Mangsa tersebut terlebih dahulu akan dililit hingga lemas (mati) kemudian ditelan bulat-bulat (utuh) secara perlahan. Proses penghancuran tubuh mangsa terjadi di dalam tubuh melalui cairan asam yang dihasilkan dan prosesnya dapat memakan waktu sangat lama, hingga berminggu-minggu. Setelah menelan mangsanya ini, ular Phyton dapat beristirahat untuk tidak makan selama beberapa waktu.

Menghindari Serangan Python

Ular Python biasa terdapat di hutan belantara dimana di sana terdapat pepohonan yang rimbun. Kisah Python di kebun kelapa sawit kemungkinan karena habitat aslinya sudah tergusur oleh perkebunan.

Pertama yang dapat dilakukan adalah menggunakan topi rimba atau caping lebar saat memasuki hutan dengan banyak pohon tinggi dan lebat. Ular jenis ini biasa ada di atas pohon dan menyambar mangsanya dari atas. Penggunaan caping dapat menghalangi mereka dari langsung menyambar kepala kita.

Kedua, yang perlu dilakukan saat ular jenis ini menggigit kita. Ular jenis ini tidak beracun, tetapi gigitannya tetap berbahaya. Taring ular dapat mengoyak daging kita atau bahkan tertanam lebih dalam apabila bagian yang digigit ditarik secara mendadak. Betul ini reflek, jadi berharaplah jangan sampai digigit ular ini.

Ketiga, yang penting untuk diketahui saat dibelit ular jenis ini. Tujuan ular tersebut membelit mangsanya adalah untuk memastikan mangsanya lemas, tidak bergerak, untuk selanjutnya dapat ditelan. Jadi langkah terbaik adalah pura-pura lemas, tidak memberontak. Semakin kita memberontak maka dikhawatirkan belitan ular ini akan semakin keras. Saat belitan mulai longgar, sesegera mungkin melepaskan diri tetapi dengan penuh kehati-hatian untuk mengambil waktu yang tepat, jangan sampai ular tersebut mempererat lagi belitannya.

Kembali, ini semua adalah ikhtiar. Cara terbaik menyelamatkan diri adalah dengan sama sekali tidak beruusan dengan ular. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *