Beranda / Ilmu / Terorisme itu Ideologi, bukan Pakaian

Terorisme itu Ideologi, bukan Pakaian

Pepatah Jawa mengatakan “Aji Ning Diri Saka Lathi, Aji Ning Raga Saka Busana.” Artinya lebih kurang, nilai pribadi seseorang berasal dari lidahnya, nilai raga seseorang berasal dari pakaiannya. Pepatah yang menggambarkan bagaimana seseorang dinilai baik buruk perilakunya, luhur hina budi pekertinya bukanlah dari sekedar memandang pakaiannya. Jauh ke dalam, apa yang diucapkan, dilakukan, diajarkan adalah cermin sesungguhnya jati diri seseorang.

Dan mari direnungkan bagaimana hal itu benar adanya ditimbang dengan syariat Islam. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya:

“‏ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ ‏”

“Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada bentuk atau rupa kamu, juga tidak kepada harta benda kamu. Akan tetapi, Allah Subhnahuwata’ala memandang kepada hati dan amal perbuatanmu semata.” (Sahih Muslim).

Ciri-ciri Teroris

Terorisme merupakan suatu ideologi. Pikiran, ucapan, dan perilaku seorang teroris akan mengarah kepada penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan, atau dengan kata lain adalah tindakan teror.

Sebagaimana Mantan Kapolri Jendral Badrodin Haiti, pernah mengatakan bahwa Jenggot dan Celana Cingkrang Bukan Teroris, terorisme tidaklah terkait dengan pakaian. Khususnya di Indonesia, berbagai tragedi peledakan mulai dari Bom Bali hingga Bom Sarinah, pelakunya cukup perlente. Sepatu olahraga, celana jeans, kaos, jaket, topi itu yang mereka kenakan.

Mantan Kapolri Jendral Badrodin Haiti, pernah mengatakan bahwa Jenggot dan Celana Cingkrang Bukan Teroris, terorisme tidaklah terkait dengan pakaian.

Adapun di antara ciri seorang teroris:

1. Mereka memiliki pertemuan-pertemuan rahasia, yang tidak dihadiri kecuali oleh orang-orang khusus.

2. Mereka akan menampakkan kebencian terhadap penguasa muslim. Dalam pertemuan-pertemuan khusus, mereka tak segan-segan menganggap para penguasa muslim tersebut sebagai orang kafir.

Bahkan, tak jarang vonis kafir terhadap pemerintah disampaikan di depan umum, di mimbar terbuka, maupun media massa.

Vonis kafir pun mereka lakukan secara serampangan. Tanpa dasar dari agama.

3. Mereka akan menampakkan pujian-pujian terhadap para tokoh-tokoh Khawarij masa kini, semacam Usamah bin Laden dan yang sejalan dengannya.

4. Mereka gandrung terhadap buku-buku hasil karya tokoh-tokoh tersebut.

Ingatlah, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:

(وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا)

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.“ (QS. Al-Ahzab: 58)

Yang sangat disayangkan, ada sebagian tokoh yang anti radikal, dan hendak melakukan deradikalisasi dalam anggapan mereka. Namun melecehkan ajaran mulia ini. Sebut saja, KH.Said Aqil Siraj menyatakan bahwa orang yang berjenggot itu goblok.

Maka jelas ini pelecehan thd ajaran agama. Allah berfiman,

{ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُون. لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ ۚ َ} [التوبة : 65-66]

“… ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ … Tidak usah kamu minta ma’af, karena kamu kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah: 65-66)

Paham mereka adalah adalah paham liberal. Ingin melakukan deradikalisasi namun dengan cara melakukan liberalisasi. Padahal, radikalisme itu menyimpang dan bukan bagian dari Islam. Demikian pula halnya liberalisme pun menyimpang dan bukan bagian dari Islam. Sehingga melakukan deradikalisasi dengan cara liberalisasi, ibarat memadamkan api dengan cara menyiramnya dengan bensin.

Pakaian Seorang Muslim

Di antara aturan syari’at Islam yang penuh rahmat ini adalah cara berpenampilan. Islam telah memberikan ketentuan bagi kaum mukminin dan mukminah dalam cara berpenampilan dan berpakaian.

Terkait dengan mukminin Nabi mengajarkan celana seorang muslim harus di atas mata kaki. Bahkan yg utama adalah setengah betis:

“‏ إِزْرَةُ الْمُؤْمِنِ إِلَى أَنْصَافِ سَاقَيْهِ لاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْكَعْبَيْنِ وَمَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ فِي النَّارِ ‏”‏ ‏.‏ يَقُولُ ثَلاَثًا ‏”‏ لاَ يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا ‏”‏

“… (Batas panjang) pakaian (sarung, gamis, celana) seorang muslim adalah sampai pertengahan betis, dan tidak mengapa jika sampai antara pertengahan betis dengan dua mata kaki. Kain yang (dipanjangkan sampai) berada di bawah mata kaki maka itu di neraka. Barangsiapa yang menjulurkan sarung (melebihi mata kaki) karena sombong maka Allah tidak akan melihat kepadanya. (Sunan Ibnu Majah).

Bahkan jika di bawah mata kaki diancam keras. Dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ مِنَ الْخُيَلَاءِ لَمْ يَنْظُرِ اللهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa menyeret pakaiannya (melebihi mata kaki) karena sombong, Allah Subhanahu wata’ala tidak akan memandangnya pada hari kiamat nanti.” (al-Bukhari dan Muslim)

Adapun terkait jenggot: “Abdullah bin Umar berkata: Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam yang artinya “Janganlah kamu menyerupai orang-orang Musyrikin, peliharalah jenggot kamu dan tipiskanlah kumis kamu”. (HR al Bukhari, Muslim dan al Baihaqi)

Rasulullah terkenal dengan Jenggotnya yang lebat. Cara berpakaian Rasulullah juga sebagaimana diriwayatkan​ para Sahabat. Apakah orang yang mengamalkan berbagai hadist sebagai bentuk mengikuti ajaran Rasulullah layak dicap sebagai teroris? Jadi, jelas sudah bahwa Jenggot dan Celana Cingkrang bukan ciri seorang Teroris.

Dan mengingatkan lagi akan sepenggal terjemahan ayat di atas, “… ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ … Tidak usah kamu minta ma’af, karena kamu kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah: 65-66). (Ahmad, WIS)

Baca Juga

demonstrasi dan aksi terorisme

Empat Negara Teluk Masukkan Ikhwanul Muslimin dalam Daftar Teroris

Jendelainfo.com – Empat negara di Kawasan Teluk, Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *