Beranda / Ilmu / Tragedi April Mop: Berdusta dalam Canda, Bolehkah? Simak penjelasannya

Tragedi April Mop: Berdusta dalam Canda, Bolehkah? Simak penjelasannya

Jendelainfo.com –

Tragedi April Mop: Berdusta dalam Canda, Bolehkah? Simak penjelasannya

Fenomena aneh kembali terjadi di awal Bulan April. Tepatnya, tanggal 1 April. Pada waktu tersebut ramai orang melakukan kedustaan. Hal yang di negara barat dikenal sebagai April Fool’s Day, yang dalam Bahasa Indonesia disebut dengan April Mop.

Aktivitas apakah ini? April Mop adalah saat dimana banyak orang melakukan kedustaan dengan tujuan bercanda, ini yang mereka klaim. Sebuah kebiasaan buruk yang jauh dari nilai-nilai Islam.

Sekilas Sejarah dan Latar Belakang April Mop

Hingga artikel ini ditulis, tidak ditemukan satu pun berita sahih yang menunjukkan kebenaran awal mula dilaksanakannya tradisi ini. Di dalam beberapa artikel yang ditemukan hanya terdapat berita-berita seputar dugaan awal mula adanya hal tersebut.

Di antara kabar tersebut mengatakan bahwa April Mop merujuk kepada sebuah kejadian di tahun 1392 tentang kisah Geoffrey Chaucer’s The Canterbury yang berisi keterkaitan antara 1 April dan kelakuan konyol.

Kisah yang lain merujuk pada perubahan penanggalan masehi yang pada abad pertengahan pergantian tahun baru di sebagian besar kota di wilayah eropa merayakannya pada tanggal 25 Maret. Beberapa wilayah Perancis memperpanjang liburnya hingga 1 April. Ketika perayaan tahun baru dipindahkan ke 1 Januari, April Mop digunakan untuk menunjukkan kekonyolan orang yang masih merayakan tahun baru pada bulan Maret.

Begitulah, apapun latar belakangnya, tradisi ini terbukti bukan dari ajaran Islam. Jelas disebutkan bahwa ini berangkat dari tradisi barat dan tujuan utamanya adalah untuk mengolok-olok orang lain. Sebuah kegiatan yang sekali lagi kita katakan sangat jauh dari nilai-nilai dan bimbingan Islam.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

وَيْلٌ للَّذِي يُحَدِّ ثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْخِكَ بِهِ الْقَوْمَ ويْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

Artinya :

” Celakalah seseorang yang berdusta untuk membuat orang tertawa. Celakalah dia, celakalah dia. ” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Islam tidak melarang sesuatu yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh manusia sebagaimana Islam melarang hal-hal yang membahayakan dan tidak diperlukan oleh manusia.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Bergaulah kamu dengan manusia (namun) agamamu jangan kamu lukai.” (Shahih al-Bukhari)

Sebagai umat Islam, akankah kita mengikuti kekonyolan ini? Sesuatu yang sudah dinyatakan oleh Rasulullah bahwa sedikit demi sedikit umat ini akan mengikuti kebiasaan mereka kaum Yahudi dan Nasrani hingga masuk ke lubang Biawak? Naudzubillahi mindzalik.

Baca Juga

Tindak Tegas Tradisi Corat-Coret, Hura-Hura dan Konvoi Selepas Kelulusan Jadi Rekor MURI

Jendelainfo.com – Sebanyak 30.108 pelajar memadati GOR Diponegoro Sragen, Jawa Tengah. Para pelajar kelas tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *