Beranda / Internasional / Tuduhan Terhadap Pemerintah Arab Saudi Yang Tidak Pernah Terbukti

Tuduhan Terhadap Pemerintah Arab Saudi Yang Tidak Pernah Terbukti

Jendelainfo.com – Berikut ini adalah bagian terakhir rangkaian artikel bantahan terhadap tuduhan berbagai pihak terhadap pemerintah Arab Saudi yang pada kenyataannya tidak pernah terbukti.

5. Mendekat ke Amerika

Sebenarnya tuduhan ini sudah “usang”. Hal ini sudah lama muncul. Setiap kali ada kebijakan Arab Saudi pasti selalu dinilai sebagai kebijakan yang pro Amerika, pesanan Amerika, dan seputar itu.

Padahal, sebagai negara yang berkomitmen membela agama Islam, Arab Saudi sangat paham bahwa Amerika, Rusia, Inggris, dan lain pasti akan menjadi musuh utamanya. Hanya saja sebagai sebuah negara yang berdaulat dan disegani, serta maju secara politik, keamanan, dan ekonomi pasti harus membuka diplomasi, menjalin jalur kerja sama, dan langkah-langkah lainnya yang memang harus dilakukan oleh sebuah negara.

6. Kudeta

Ini diantara isu penting dan paling efektif untuk dihembuskan dalam rangka menimbulkan kecurigaan di kalangan publik.

Padahal sejumlah analis sendiri kurang percaya dengan isu ini. Mereka sendiri memandang jauh kemungkinannya jika kebijakan baru ini akan memicu konflik internal.

Seorang profesor studi Timur  di Princeton Nernard Haykel misalnya, dia menyatakan dalam komentarnya, “Beberapa orang memprediksi bahwa ini akan menyebabkan perpecahan dalam keluarga dan perselisihan dan semacam pemberontakan. Namun saya tidak melihat hal itu terjadi.”

Apalagi fakta yang tak terelakan, bahwa Pangeran Muhammad bin Nayef sendiri menerima dengan lapang dada keputusan baru ini. Bahkan beliau langsung turut berbait (janji patuh dan setia) kepada Pangeran Muhammad bin Salman.

Baca: Penunjukan Putra Mahkota Baru, Tak Ada Perpecahan Di Dalam Keluarga Kerajaan Arab Saudi

Pemerintah Arab Saudi sendiri, beserta para ‘ulama dan rakyatnya, tidak kemudian serta merta melupakan peran dan jasa besar Pangeran Muhammad bin Nayef selama menjabat sebagai Putra Mahkota. Muhammad bin Nayef senantiasa barada dalam hati rakyat-rakyatnya.

7. Masalah Qatar dan Yaman

Sebagai menteri pertahanan, Muhammad bin Salman dipandang yang paling bertanggung jawab atas masalah yang dihadapi kerajaan ini terkait hubungan dengan Qatar dan Yaman.
Analis lainnya menyatakan “Keputusan-keputusannya tidak strategis. Jadi misalnya serangan ke Yaman itu kan justru sangat merugikan Saudi. Akhirnya Saudi harus membiayai perang yang sangat mahal dan sebenarnya secara strategis tidak menguntungkan untuk Saudi saat ini.”

Sekali lagi sangat memprihatinkan jika masih banyak media yang memuat analisa-analisa yang berdasarkan praduga semata.

Sikap Arab Saudi terhadap Qatar dan Yaman, bukanlah sikap yang ditentukan oleh Muhammad bin Salman seorang. Tapi merupakan sikap negara yang menentukan kebijakan politik luar negerinya berdasarkan prinsip negara yang berjalan di atas Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Sikap Arab Saudi terhadap Qatar dan Yaman, bukan semata-mata persaingan politik atau karena memperebutkan hegemoni di wilayah Timur Tengah. Tapi karena komitmen Arab Saudi memerangi terorisme internasional. Di Yaman bercokol kekuatan pemberontak kelompok Syiah Houthi. Kelompok pemberontak radikal binaan Iran. Sementara Iran adalah negara yang selama menjadi sumber dan pendukung terorisme internasional. Sedangkan Qatar, terbukti banyak mendanai dan mendukung kelompok-kelompok radikal. Termasuk kelompok Syiah Houthi di Yaman.

Jika ini dianggap keputusan yang kurang strategis, maka mungkin saja jika ditinjau dari sudut pandang politik atau ekonomi. Perlu diketahui, bahwa kebijakan Arab Saudi tidak hanya semata-mata langkah politik, namun lebih didasarkan pertimbangan pembelaan terhadap Islam dan kaum muslimin.

Adapun biaya perang yang mahal, maka itu merupakan konsekuensi sebuah perjuangan. Tentunya Arab Saudi telah mempertimbangkan dan memperhitungkannya dengan matang.
Jika dianggap ini semua akibat ide-idenya Muhammad bin Salman, maka Muhammad bin Salman tidak berpangku tangan. Terbukti Muhammad bin Salman mampu memberikan ide sebagai solusi bagi perekonomian Arab Saudi, yaitu Visi2030.

Baca: Ajakan Penuh Kasih Sayang Arab Saudi terhadap Qatar

Baca: 6 Alasan Arab Saudi Memutuskan Hubungan Diplomatik Kepada Qatar

Baca: Mufti Arab Saudi: Sikap Terhadap Qatar Membawa Kebaikan Untuk Kaum Muslimin

* * *
Demikian jawaban singkat dari beberapa pertanyaan yang dimuat di media-media, yang di balik itu bertujuan menciptakan kecurigaan dan kesan negatif terhadap kebijakan-kebijakan atau peristiwa-peristiwa yang terjadi di Arab Saudi.

Poin 1 – 4  pada Artikel  >> Di Balik Penunjukan Putera Mahkota Arab Saudi

Poin 5   pada Artikel  >> Berbagai Anggapan Salah Seputar Penunjukan Putera Mahkota Arab Saudi

 

Baca Juga

Cekal Seorang Wartawan Senior

Raja Salman Perintahkan Cekal Seorang Wartawan Senior, Apa Sebabnya?

Jendelainfo.com – Jika ada wartawan yang vokal mengkritisi rezim pemerintah dicekal dan dibredel, maka ini …

Satu Komentar

  1. Bismillah
    Artikel 1-5 mana ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *