Beranda / Ilmu / Wajib Waspada, Berikut 4 Ciri Pengidap Pedofilia

Wajib Waspada, Berikut 4 Ciri Pengidap Pedofilia

Jendelainfo.com – Apa itu paedofilia? Kata paedofilia sendiri berasal dari istilah Yunani yaitu paidophilia yang berarti pais (anak-anak) dan philia (cinta, persahabatan).

Arti kata/istilah “Paedofilia” adalah suatu kelainan seksual dan kejiwaan pada seseorang yang punya ketertarikan seksual kepada anak di bawah umur.

Pengidap paedofilia menyalurkan hasrat seksualnya terhadap anak laki-laki atau perempuan dengan berbagai cara, bisa dengan memegang tubuh si anak sampai kepada melakukan persetubuhan dengan anak tersebut.

Asosiasi Psikiatri Amerika (APA, 2000) mendefinisikan paedofilia sebagai minat seksual yang menetap, kuat, dan berulang terhadap anak pra pubertas, berumur kurang dari 13 tahun.

Tidak ada batasan umur pada pengidap paedofilia. Artinya, pengidap bisa berusia anak, remaja, dewasa bahkan usia lanjut.

Penderita paedofilia tidak hanya dialami orang yang belum mempunyai pasangan. Hal tersebut karena bisa terjadi yang sudah menikah bahkan punya anak. Jika jumlah korbannya banyak maka pengidap paedofilia sudah bisa disebut predator seks anak.

Ciri-ciri pengidap Paedofilia

  1. Paedofil menunjukkan gelagat jika ingin menjadikan anak-anak sebagai target seksual. Paedofil akan melakukan pendekatan palsu pada anak atau disebut “grooming”, seperti perhatian terhadap anak, memenuhi semua permintaan anak. Paedofil memiliki perilaku sayang atau sangat cinta terhadap anak, serta ramah dan hangat ketika berbicara dengan anak.
  2. Bersifat obsesif-predatori yakni pelakunya akan melakukan segala upaya dan cara untuk memburu korban yang diinginkannya. Ketika dia merasakan dorongan seksual, seorang paedofil akan gemetar, deg-degan dan anak yang menjadi sasaran harus ditangkap.
  3. Paedofil juga memiliki kepribadian atau karakter yang khas. Umumnya memiliki karakter introvert atau tertutup. Penderita paedofilia ini punya kecenderungan takut untuk bergaul dengan orang-orang yang sebaya dengannya (terjadi kegagalan individu saat penyesuaian diri dengan lingkungan sosial, gagal membina hubungan interpersonal). Mereka akan mencari orang yang lebih kecil dan lebih muda sehingga bisa dipengaruhi.
  4. Paedofil biasanya memiliki fantasi seksual terhadap anak-anak, seperti suka memotret anak-anak dan mengoleksi benda pornografi atau erotis anak.

Fenomena paedofilia ini kini sudah merambah dunia internet/cyber dengan beredarnya gambar gambar porno anak. Para paedofilia di Indonesia banyak menggunakan kedok adopsi atau orangtua asuh untuk menjerat korbannya.

Kasus paedofilia sering sekali terjadi di tempat-tempat yang seharusnya aman dan ramah bagi anak, seperti di rumah, warnet, sekolah atau tempat bermain. Orang tua perlu melakukan bimbingan dan pendidikan agama yang baik.

Perlu adanya pengawasan yang ketat dan edukasi yang terus menerus perlu dilakukan agar anak tidak dengan mudah memamerkan/memfoto bagian tubuhnya yang rahasia tersebut karena bujukan-bujukan dari orang lain. (BG)

Baca Juga

penegakan hukum

Anggota MPR Peringatkan Untuk Waspada Bangkitnya Komunisme

Jendelainfo.com – Tidak cukup Panglima TNI dan unsur Pimpinan Militer lainnya, tidak pula cukup Pejabat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *