Beranda / Ilmu / Waspada Terorisme. Bagaimana langkahnya? Simak di sini

Waspada Terorisme. Bagaimana langkahnya? Simak di sini

Jendelainfo.com – Isu terorisme yang terus melanda dunia saat ini benar-benar meresahkan banyak pihak. Ironisnya, terorisme sering diidentikan dengan Islam. Padahal agama Islam paling menentang keras terorisme bahkan membimbing untuk waspada terorisme.

Baca : umat-islam-bukan-teroris

Namun apabila kita melihat kondisi kaum muslimin saat ini, sungguh membuat kita prihatin. Berbagai aspek kehidupan mereka seakan menjadi lahan subur bagi penyeru kebatilan untuk mempropagandakan pemahaman menyimpangnya.

Serangan ideologi bertubi-tubi dari luar Islam terus gencar. Pun tidak kalah hebatnya yaitu propaganda dari dalam internal umat Islam sendiri. Mereka beragama Islam namun mempunyai berbagai pemahaman yang menyimpang dari Islam itu sendiri. Salah satu bentuk propaganda yang gencar dihembuskan adalah propaganda dari kaum Teroris.

Ledakan bom atau serangan bom bunuh diri, adalah salah satu buah dari hasil propaganda yang ditebarkan kaum teroris. Terutama kepada para pemuda dan remaja.

Setelah kita mengetahui bahwa salah satu kerusakan yang ditimbulkan oleh kaum teroris adalah hilangnya rasa aman, maka tidak kalah berbahayanya ancaman dalam bentuk perang atau teror pemikiran.

Baca : aliran-syiah-rafidhoh-di-indonesia

Metode yang terus dijalankan dalam menjajakan pemahaman teroris adalah buku-buku karangan para tokoh teroris. Tidak hanya sampai disitu, buku-buku berbahasa arab pun mereka cetak dalam bentuk terjemahan bahasa Indonesia.

Anak-anak muda kaum muslimin, banyak dari mereka yang bersemangat namun minim ilmu. Mereka sangat berpotensi terjerumus untuk mengamalkan kandungan buku-buku tersebut.

Selain buku, propaganda melaui media elektronik dan internet juga sangat gencar. Termasuk melalui media sosial, youtube, dan sejenisnya sangat efektif dalam menjaring kaum muda.

Kurangnya ilmu agama yang menimpa kebanyakan kaum muslimin saat ini, menjadi faktor utama dalam masuknya pemahaman-pemahaman menyimpang. Buku-buku dan tulisan-tulisan yang berisi tentang kafirnya penguasa muslim tersebar luas di masyarakat kaum muslimin.

Sehingga dengan mudahnya masyarakat yang kurang ilmu terprovokasi setelah membaca buku-buku karya para tokoh teroris. Atau melihat tayangan video di youtube.

Untuk itu sudah menjadi kemestian bagi orang tua, para pendidik, ataupun masyarakat secara umum, untuk membentengi diri-diri mereka dengan tidak membaca buku atau media yang berbau provokasi. Demikian pula membentengi putra putri serta anak didik dari media-media tersebut.

Tidak kalah pentingnya, hendaknya kaum muslimin untuk selalu mempelajari ilmu dengan bimbingan para ulama Ahlus Sunnah. Karena para ulama adalah pewaris Nabi.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَاراً وَلاَدِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنَ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Barang siapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR.Tirmidzi)

Para ulama tersebut paling gigih menolak berbagai paham menyimpang. Termasuk memperingatkan waspada terorisme yang telah banyak merugikan dan membahayakan.

Baca Juga

Houthi Tembakkan Rudal ke Wilayah Saudi

Houthi Kembali Tembakkan Rudal ke Wilayah Saudi

  Kelompok Syiah Houthi Kembali Tembakkan Rudal ke Wilayah Saudi – Arab Saudi mengumumkan telah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *